Erric Permana
12 Februari 2018•Update: 12 Februari 2018
Erric Permana
JAKARTA
Presiden RI Joko Widodo meminta menterinya untuk menggenjot ekspor di 2019 mendatang.
Menurutnya kontribusi ekspor yang mencapai 20,7 persen dar Produk Domestik Bruto harus ditingkatkan kembali.
"Seharusnya bisa lebih ditingkatkan lagi dengan langkah terobosan," ujar Joko Widodo dalam rapat sidang kabinet paripurna yang diselenggarakan di Istana Negara, Jakarta, pada Senin.
Dia menugaskan para menterinya untuk menghapus hambatan-hambatan yang dialami para eksportir dalam negeri.
"Kita juga harus mulai melibatkan pelaku usaha dan BUMN untuk menggarap pasar ekspor nontradisional," tambah dia.
Dia juga meminta kementerian terkait dan BUMN menggarap pasar nontradisional di negara-negara dengan penduduk besar dan memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
"Pakistan, Bangladesh, misalnya, [atau] di Afrika yang penduduknya banyak," kata dia.
Dia juga meminta duta besar serta atase perdagangan Indonesia untuk mulai memperkuat diplomasi perdagangan dan intelijen ekonomi Indonesia.
"Tadi pagi saya memerintahkan Kemenlu untuk pameran nontradisional ini mulai awal tahun depan," jelas Joko Widodo. .
Bangun sumber daya manusia di tahun politik
Dalam rapat sidang kabinet paripurna, Presiden Joko Widodo juga mengingatkan untuk membangun sumber daya manusia di tahun politik 2019 tersebut.
"Setelah melajukan percepatan dan pembangunan in frastuktur untuk peningkatan daya saing ekonomi kita. Maka 2019 kita harus fokus melakukan pembangun SDM," kata dia.
Dia juga meminta kementerian terkait untuk menindaklanjuti hal itu.
"Menaker, Menperin, Mendikbud, Mendikti dan Menteri BUMN dan kementerian yang lain saya kira harus merancang apa yang akan dikerjakan dalam kerja besar pembangunan SDM," pungkas dia.