Iqbal Musyaffa
25 Juni 2020•Update: 26 Juni 2020
JAKARTA
Survei dari lembaga riset Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan bahwa optimisme masyarakat terhadap ekonomi rumah tangga dan ekonomi nasional pada tahun depan cukup rendah.
Direktur Komunikasi SMRC Ade Armando mengatakan hanya 44 persen responden menilai ekonomi rumah tangga tahun depan akan lebih baik, sementara hanya 34 persen menilai ekonomi nasional tahun depan akan lebih baik dibanding saat ini.
Survei tersebut dilakukan melalui wawancara per telepon pada 1978 responden di seluruh Indonesia dengan margin of error sebesar 2,2 persen pada 18-20 Juni 2020.
“Optimisme atas kondisi ekonomi nasional ke depan yang sebesar 34 persen sekarang ini lebih rendah dibanding pada masa sebelum Covid-19 yang berkisar antara 51-66 persen dalam lima tahun terakhir,” ujar Ade dalam diskusi virtual, Kamis.
Namun demikian, Ade mengatakan apabila dibanding dengan temuan pada bulan lalu (4-5 Mei 2020), optimisme masyarakat saat ini sedikit membaik, karena pada saat itu yang merasa optimistis dengan kondisi ekonomi nasional dan rumah tangga pada tahun depan hanya 27-29 persen.
Ade mengatakan wabah Covid-19 memukul ekonomi sebagian besar warga, karena sejak awal April 2020, mayoritas warga atau sekitar 67 persen-83 persen merasa kondisi ekonomi rumah tangga mereka lebih buruk dibanding sebelum adanya wabah Covid-19.
“Pada survei kali ini, warga yang mengatakan ekonominya lebih buruk berkurang menjadi 71 persen,” tambah dia.
Dia mengatakan masyarakat menilai keadaan ekonomi nasional sangat buruk, karena dalam survei terakhir ada 85 persen warga yang menilai kondisi ekonomi nasional lebih buruk dibanding tahun lalu.
“Sentimen negatif atas kondisi ekonomi nasional pada masa Covid-19 adalah tertinggi sejak awal reformasi, dengan sentimen negatif paling tinggi mencapai 92 persen pada survei 12-16 Mei 2020 lalu,” imbuh Ade.