Muhammad Nazarudin Latief
20 April 2018•Update: 20 April 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Indonesia mengincar transaksi hingga USD 1,5 miliar dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke 33 yang akan digelar 24-28 Oktober mendatang di Indonesia Convention Exhibition Bumi Serpong Damai (ICE-BSD), Tangerang, Banten.
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita optimistis dengan target tersebut. TEI tahun lalu berhasil mencatatkan transaksi sebesar USD1,41 miliar, lebih tinggi dari target USD1,10 miliar.
“TEI makin menunjukkan kesiapan Indonesia dalam bermitra dengan para pelaku usaha di seluruh dunia untuk mengembangkan bisnis di kancah perdagangan global,” ujar Menteri Enggar saat meluncurkan TEI 2018 “Creating Product for Global Opportunities”, di Jakarta, Jumat.
Situasi peradangan global yang memanas akibat perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS) dan proteksionisme yang menguat bukan halangan untuk meningkatkan transaksi pada TEI. Justru hal itu menjadi kesempatan Indonesia muncul sebagai alternatif sumber pembelian.
Selain itu TEI juga bisa meluaskan pasar ke negara-negara nontradisional dengan tawaran produk yang spesifik.
Format pameran dagang, menurut Menteri Enggar masih efektif sebagai sarana pemasaran karena masih banyak orang yang ingin melihat dan merasakan produk secara langsung sebelum bertransaksi.
TEI tahun lalu, kata Menteri Enggar adalah etalase produk Indonesia yang sudah bisa menjadi titik balik kebangkitan ekspor yang sebelumnya mengalami penurunan sejak 2012. Transaksinya sebesar USD1,41 miliar atau naik 37,3 persen dibanding TEI 2016 yang hanya mencatat transaksi US1,02 miliar.
Secara nasional, perdagangan tahun lalu naik 15,9 persen, jauh melebihi target yang hanya naik 5,6 persen. Tahun lalu, nilai ekspor nonmigas Indonesia mencapai USD153,07 miliar, naik dibanding 2016 yang hanya mencapai USD 132,08 miliar.
Untuk menjamin kedatangan pembeli, Menteri Enggar menugaskan 44 Atase Perdagangan dan kantor Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di berbagai negara untuk terus meyakinkan calon pembeli agar datang ke TEI dan berbisnis dengan para pelaku usaha Indonesia.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Arlinda mengatakan selain pameran dagang, TEI 2018 juga akan menyuguhkan berbagai kegiatan, seperti Forum Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi (TTI Forum) yang terdiri dari kegiatan Seminar TTI, diskusi kawasan, konsultasi bisnis, serta kompetisi export start up.
Menurut Arlinda, TEI ini akan disandingkan dengan kegiatan sejenis yang diselenggarkan negara lain, seperi China International Import Exhibition 5-10 November 2018 dan Dubai World Expo 2020.
“Sehingga apapun yang dunia usaha lakukan akan dihubungkan dengan kegiatan-kegiatan tersebut,” ujar dia.