Pizaro Gozali
31 Agustus 2017•Update: 04 September 2017
Pizaro Gozali
JAKARTA
Lembaga kemanusiaan Indonesia yang tergabung dalam Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM) telah berhasil mengumpulkan dana untuk Rakhine sebesar USD2 juta. Dana itu diharapkan bisa membantu kawasan yang sedang bergolak tersebut.
“Dana itu didapatkan dari lembaga kemanusiaan anggota AKIM,” kata koordinator AKIM Muhammad Ali Yusuf di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis.
Selain dana yang lumayan besar, pihak AKIM juga sudah melakukan komunikasi dengan pemerintah Myanmar dan Rakhine State untuk melaksanakan program Humanitarian Assistance for Sustainable Community (HASCO).
"Kita sudah melakukan dua kali assesment di Myanmar untuk memotret situasi sesungguhnya agar kita bisa merancang program yang relevansinya tinggi," tambah Ali Yusuf.
Program HASCO ini fokus membantu Rakhine dalam 4 bidang; pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan relief. Program ini akan dijalankan selama dua tahun dan sangat mungkin dilanjutkan.
Di Myanmar, AKIM menerapkan pola bantuan inklusif di mana para penerima program diberikan kepada kedua belah pihak, baik etnis Rohingya maupun warga Rakhine. Diharapkan program AKIM tepat sasaran dan membantu mencari solusi persoalan.
AKIM tiba di Myanmar
Sementara itu, Yayasan Rumah Zakat yang juga mewakili AKIM tiba di Myanmar, Rabu, untuk menyalurkan bantuan ke kamp-kamp pengungsi Rohingya di Rakhine, Myanmar.
"Hari ini kita sudah selesai melakukan koordinasi dengan pihak KBRI di Yangoon dan sudah mendapatkan green notice untuk masuk ke Sittwe," ujar Direktur Program Rumah Zakat, Nur Yahya kepada Anadolu Agency, Rabu.
Rencananya Rumah Zakat akan berada di Rakhine selama 2 pekan.
"Jika memungkinkan kita akan masuk ke Mangdaw, tempat lokasi konflik terakhir," kata Nur Yahya.
Dalam kunjungannya ke Sittwe, perwakilan Indonesia ini akan memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok dan juga sapi untuk kurban. Selain bantuan pangan, juga ada bantuan sarana pendidikan dan pembangunan infrastruktur berupa fasilitas sanitasi dan air bersih di sepuluh titik di Rakhine. Lembaga ini berkomitmen untuk memberi bantuan ke Rakhine selama dua tahun.