26 Juli 2017•Update: 26 Juli 2017
Mustafa Kurt
ANKARA
Alanya, kota di pesisir provinsi Antalya di Turki menjadi rumah bagi sekitar 10.000 warga Jerman.
Sementara Berlin dan Ankara masih menavigasi hubungan mereka yang naik turun, banyak warga Jerman yang menetap di kota destinasi liburan itu yang terkenal akan keramahannya.
Petra Erika Kastner, yang membeli rumah di Alanya, mengatakan dia pindah karena cuaca yang sejuk Alanya membuat kesehatannya membaik.
“Keramahan orang-orang Turki melipatgandakan kebahagiaan saya. Situasi di sini tidak seburuk yang diberitakan media,” kata Kastner yang juga berencana mendaftar untuk izin tinggal.
Ia mengatakan tidak setuju dengan peringatan perjalanan atau travel warning yang diterbitkan Jerman bagi warganya yang ingin ke Turki.
“Saya harap kedua negara bisa memperbaiki hubungan mereka,” katanya.
Suami Petra, Helmut, mengatakan dia sudah ke berlibur di Turki 4 kali. “Keretakan hubungan Ankara dan Berlin belakangan ini mengkhawatirkan. Para politisi harus menjalin kerukunan.”
Ursula Greune sudah tinggal di Alanya selama 11 tahun. “Saya hidup bahagia di sini. Saya tidak pernah menghadapi masalah,” katanya.
Ia mengatakan kedua negara tersebut harus memecahkan masalah melalui dialog, “seperti keluarga membicarakan masalah”.
Armin Kuschmann, warga Jerman berusia 67 tahun, yang menetap di Alanya sejak setahun lalu mengatakan ia menemukan pasangan hidupnya disana. “Kami bertemu setahun lalu dan saya memutuskan tinggal di sini.”
Ia minta pejabat politik mencapai perdamaian dan bukan menyulut perang. “Perpecahan selalu ada solusinya”.
Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel mengumumkan perubahan kebijakan di Turki, dan mengatakan bahwa Jerman tidak akan menganjurkan warganya untuk berinvestasi di Turki serta juga mengeluarkan peringatan perjalanan baru bagi warganya yang ingin mengunjungi Turki.