Nicky Aulia Widadio
19 Desember 2018•Update: 20 Desember 2018
Nicky Aulia Widadio
JAKARTA
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 2.426 bencana terjadi di Indonesia sepanjang 2018.
Kepala BNPB Willem Rapangilei memaparkan bencana yang terjadi sepanjang 2018 menyebabkan 4.231 orang meninggal dunia dan hilang, 6.948 orang luka-luka, 9,9 juta orang mengungsi dan terdampak, serta 374.023 unit rumah rusak.
Willem melanjutkan, secara statistik jumlah kejadian bencana pada 2018 menurun 11,36 persen dibanding 2017, namun jumlah korban yang terdampak meningkat pesat.
“Jumlah korban akibat bencana pada 2018 merupakan yang terbanyak sejak 2006,” ujar Willen di Jakarta, Rabu.
Berdasarkan jenis bencana yang terjadi, 2.350 di antaranya merupakan bencana hidrometeorologi dan 76 kejadian merupakan bencana geologi.
“Meskipun bencana geologi hanya terjadi 76 kejadian, namun menyebabkan dampak bencana yang lebih besar, khususnya gempa bumi dan tsunami,” kata Willem.
BNPB mencatat 11.417 gempa bumi terjadi sepanjang 2018, kecuali pada Maret dan April.
Willen mengatakan gempa bumi sebesar 7,0 skala richter di Nusa Tenggara Barat dan gempa sebesar 7,4 skala richter di Sulawesi Tengah mengakibatkan dampak bencana meningkat pesat.
Gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi di Sulawesi Tengah menyebabkan 3.397 orang meninggal dunia, 4.426 orang luka-luka, 221.450 orang mengungsi dan terdampak, serta 69.139 unit rumah rusak berat.
Sementara itu, gempa bumi di Nusa Tenggara Barat menyebabkan 572 orang meninggal dunia, 2.012 orang luka- luka, 483.364 orang mengungsi dan terdampak, serta 16.520 unit rumah rusak.
--Dampak Ekonomi
Gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah menyebabkan pertumbuhan ekonomi menurun sebesar 4,49 persen dan inflasi naik sebesar 6,63 persen.
Willen menuturkan hal ini meningkatkan jumlah penduduk miskin baru sebesar 18.400 jiwa di Sulawesi Tengah.
Selain itu, tingkat kemiskinan di Sulawesi Tengah pada 2019 meningkat menjadi 14,42 persen atau 438.610 jiwa.
“Butuh waktu tiga tahun ke depan untuk memulihkan kembali perekonomian di Sulawesi Tengah,” ujar Willen.
Pemulihan usai bencana di Sulawesi Tengah membutuhkan dana Rp22 triliun dan Rp12 triliun untuk Nusa Tenggara Barat. Namun dana yang tersedia baru Rp18,39 triliun, kata Willen.
“Sedang kami upayakan agar pendanaan untuk pemulihan bisa segera terpenuhi,” ujar dia.