Nani Afrida
29 Agustus 2018•Update: 30 Agustus 2018
Maecy Alviar
KOTA ZAMBOANGA, FILIPINA
Setidaknya dua orang tewas dan 37 orang lainnya luka-luka setelah sebuah bom meledak pada Rabu dalam sebuah perayaan di Filipina Selatan.
Bom tersebut diledakkan di kawasan padat di Kota Isulan, Provinsi Kudarat, dimana sedang ada pasar malam dan aktivitas lain yang dilakukan dalam festival Hamungaya, yang memperingati hari terbentuknya kota tersebut.
Berdasarkan investigasi awal, bom tersebut diletakkan di sebuah sepeda motor yang diparkir di area and meledak saat truk militer lewat.
Dua bom rakitan lainnya juga ditemukan di dekat kejadian dan berhasil dijinakkan.
Diantara korban luka, juga terdapat dua orang personil militer yang sedang mengamankan wilayah tersebut.
"Sepertinya musuh menargetkan aparat keamanan yang menjaga aktivitas festival," kata Kapten Arvin Encinas dari divisi ke 6 Angkatan Darat Filipina, sebagaimana dikutip media lokal.
Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab dalam insiden pemboman tersebut, meskipun kepala polisi kota Superintendent Celestino Daniel, mengatakan penyelidikan awal mengarah pada "sejumlah orang".
Encinas juga menekankan bahwa kelompok kelompok Bangsamoro Islamic Freedom Fighters (BIFF) yang punya jaringan ke Daesh adalah kelompok satu-satunya yang "punya keinginan kuat untuk melakukan penyerangan seperti itu".
BIFF terdiri dari 1.000 orang bersenjata yang berjung untuk membentuk negara Moro merdeka. Anggotanya adalah pemberontak yang sering terlibat dalam penculikan, pemerasan dan pengeboman.