Muhammet Emin Avundukluoglu dan Aynur Ekiz
ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan terpilih kembali sebagai kepala Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) yang berkuasa setelah mendapatkan suara 1.380 delegasi pada kongres reguler ke-6 Partai AK di ibu kota Ankara, Sabtu.
Dalam pidatonya, Erdogan mengucapkan terima kasih kepada semua delegasi partai untuk mengambil bagian dalam kongres. "Semoga Tuhan membantu kita," katanya.
Delegasi partai juga memilih Dewan Sentral dan Eksekutif (MKYK) yang terdiri dari 50 anggota.
Sebanyak 29 nama baru dipilih sebagai MKYK.
Dewan Disiplin Pusat (MDK), Dewan Demokrasi Intra-Partai dan Arbitrase, serta anggota Badan Etika dan Politik juga ditentukan oleh para delegasi.
Erdogan diperkirakan akan mengumumkan anggota baru Dewan Eksekutif Pusat (MYK) setelah pertemuan MKYK.
Anggota MYK nantinya akan membantu Erdogan sebagai wakil ketua partai.
Erdogan gelar makan siang kehormatan
Partai AK dikenal mengadakan kongres besar setiap tiga tahun sekali. Yang terakhir diadakan pada bulan September 2015 lalu.
Namun, pada Mei 2017, Partai AK mengadakan kongres luar biasa setelah persetujuan bersejarah dari perubahan konstitusi yang terjadi pada bulan April. Pada kongres itu, Erdogan terpilih kembali sebagai kepala partai.
Kemudian pada hari Sabtu, Erdogan menyelenggarakan makan siang kehormatan untuk beberapa pejabat tinggi dari berbagai negara di sela-sela kongres AKI Partai biasa di kompleks kepresidenan.
Presiden Guinea Alpha Conde, Equatorial Guinea Teodoro Obiang Nguema Mbasogo, Muhammed Abdullahi Muhammed dari Somalia, Wakil Presiden Zambia Inonge Wina, Rashid Al-Ghannushi, Al-Nahda, serta Ketua Duma Negara Rusia Vyacheslav Volodin, terlihat menghadiri makan siang tersebut.
Juru Bicara Parlemen Turki dan mantan Perdana Menteri Binali Yildirim juga menghadiri program tersebut.
Sebelumnya di kongres, Presiden Recep Tayyip Erdogan telah memperingatkan negara-negara untuk tidak mengancam Turki dengan sanksi.
“Beberapa mengancam kami dengan ekonomi, sanksi, nilai tukar, bunga, dan inflasi. Kami melihat permainan Anda dan kami menantangnya," kata Erdogan.
"Turki tidak dan tidak akan menyerah kepada mereka yang mencoba menjadikan Turki sebagai target strategis," katanya merujuk kepada AS tanpa menyebut negara adikuasa itu.