Maria Elisa Hospita
26 Maret 2018•Update: 26 Maret 2018
Mehmet Tosun dan Ozcan Yildirim
TRABZON, Turki
Operasi antiteror Turki yang sedang berlangsung di Suriah akan mencapai tujuan akhir ketika Tal Rifaat, di utara Aleppo, berhasil diambil alih, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Minggu.
Operasi Ranting Zaitun dilancarkan sejak 20 Januari untuk mengusir kelompok teroris YPG/PKK-Daesh dari Afrin, barat laut Suriah.
"Jika Tuhan berkehendak, kita akan mencapai tujuan operasi ini dalam waktu singkat dengan mengambil alih Tal Rifaat," ujar Presiden dalam kongres provinsi Partai Keadilan dan Pembangunan ke-6, di Trabzon, Laut Hitam.
Erdogan juga mendesak Amerika Serikat (AS) untuk menyerahkan kendali atas Manbij dari kelompok teroris YPG/PKK ke 'pemilik sebenarnya'.
"Jika teroris tidak diusir dari sana, maka kita harus melakukannya bersama-sama dengan penduduk di sana, agar mereka dapat pulang kembali ke rumah mereka," tambah dia.
Turki dan AS telah berupaya menyelesaikan sejumlah masalah, terutama mengenai keberadaan YPG / PKK di Suriah, sebuah kelompok teroris yang disokong AS, karena dianggap AS sebagai "sekutu yang dapat diandalkan" dalam perang melawan Daesh.
Menurut militer Turki, wilayah Afrin telah berhasil diambil alih sepenuhnya. Lewat sebuah pernyataan yang dirilis pada Sabtu, militer mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah memulangkan penduduk sipil ke rumah-rumah mereka dengan aman.
Militer Turki juga tengah mencari dan menghancurkan bahan peledak dan ranjau yang ditanam oleh para teroris di Afrin.
Operasi Ranting Zaitun berlangsung di bawah kerangka hak-hak Turki berdasarkan hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan PBB, hak membela diri di bawah piagam PBB, dengan menghormati integritas teritorial Suriah.
Selain itu, sasaran satu-satunya operasi ini adalah teroris, dan keselamatan penduduk menjadi prioritas utamanya.