Kubra Chohan
27 Januari 2018•Update: 27 Januari 2018
Kubra Chohan
ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, Sabtu, bahwa militer Turki tidak akan memberi belas kasihan kepada penyerang kebebasan Turki, mengacu pada kelompok teroris.
"Kami tidak menentang negara manapun, kami hanya ingin mengamankan masa depan dan kebebasan kami," kata Recep Tayyip Erdogan pada upacara pembukaan terowongan Kasimpasa-Haskoy di Istanbul.
“Kami akan merangkul mereka yang menginginkan pertemanan. Kami akan mengajak mereka yang meminta tolong untuk makan bersama.
"Kami juga tidak akan memberi belas kasihan kepada mereka yang mencoba membahayakan masa depan dan kebebasan kami," kata Erdogan.
Erdogan mengingatkan kembali, apapun nama kelompok terorisnya, FETO, Daesh, PKK, PYD, atau YPG, Turki akan "menggulung mereka semua."
PKK - yang diakui sebagai kelompok teroris oleh Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Turki - telah melancarkan perang tiga dekade melawan Turki, dengan melibatkan 40.000 orang. PYD/PKK dan YPG/PKK adalah cabang kelompok tersebut di Suriah.
Organisasi Teroris Fetullah (FETO) berada di balik kudeta 2016 yang gagal di Turki, menewaskan 250 orang dan menyebabkan 2.200 orang terluka.
Operasi Ranting Zaitun
Pada 20 Januari, Turki meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membersihkan Afrin dari PYD/PKK dan teroris Daesh.
Menurut Staf Umum Turki, operasi tersebut bertujuan untuk membangun keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, serta untuk melindungi warga Suriah dari penindasan serta kekejaman teroris.
Operasi tersebut dilakukan di bawah kerangka kerja hak Turki berdasarkan hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan PBB, hak pembelaan diri berdasarkan Piagam PBB, dan penghormatan terhadap integritas teritorial Suriah, kata dia.
Pihak militer juga mengatakan bahwa mereka hanya menargetkan teroris dan tidak akan merugikan warga sipil manapun.
Afrin menjadi tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK sejak Juli 2012.