13 Juli 2017•Update: 14 Juli 2017
Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan Turki punya rencana lain jika gagal masuk keanggotaan Uni Eropa.
Justru akan lebih baik jika pihak Uni Eropa dengan jelas menyatakan penolakannya, jelas Erdogan dalam wawancara dengan program HARDtalk BBC yang disiarkan Rabu.
“Kami memegang teguh kata-kata kami. Jika Uni Eropa secara blak-blakan mengatakan tidak bisa menerima keanggotaan Turki justru akan lebih melegakan bagi kami. Kamipun bisa mulai membuat rencana B atau C,” katanya.
Erdogan menegaskan bahwa keanggotaan Uni Eropa tidak begitu mendesak bagi Turki, karena Turki “dapat berdiri di atas kaki sendiri” dengan pendapatan per kapita lebih dari $11.00.
“Mayoritas warga Turki sudah tidak menginginkan keanggotaan Uni Eropa lagi. Menurut mereka, pendekatan Uni Eropa kepada Turki tidak tulus,” jelas Erdogan menanggapi pertanyaan mengenai respon warga Turki.
Erdogan menuding UE telah menyia-nyiakan waktu Turki. Meskipun begitu, Turki masih akan mengusahakan untuk masuk keanggotaan UE.
Turki mengajukan keanggotaan UE pada tahun 1987 dan perundingan aksesi dimulai pada 2005. Namun perundingan mulai menemui jalan buntu karena posisi Turki terkait isu Siprus. Sementara itu, pemerintah Jerman dan Perancis juga menentang keanggotaan penuh Uni Eropa.