Muhammad Nazarudin Latief
04 Juli 2018•Update: 04 Juli 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Gunung Agung di provinsi Bali kembali erupsi dengan mengeluarkan material vulkanik berwarna kelabu setinggi 2 ribu meter, Rabu pukul 03.25 Wita, menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.
Menurut Sutopo, abu vulkanik bergerak ke arah barat dengan intensitas tebal. Sementara Bandara Ngurah Rai masih normal.
“Potensi terjadi erupsi susulan masih tinggi. Bali masih aman,” ujar dia.
Kepala Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani mengatakan erupsi besar akibat tekanan magma yang besar Gunung Agung masih belum akan terjadi. Saat ini, pembentukan magma baru mencapai sepertiga dari volume kawah.
Menurut Kasbani, Gunung Agung baru mengeluarkan erupsi tipe strombolian, seperti yang terjadi pada Senin (2/7) pukul 21.04 Wita. Letusan ini diiringi dentuman keras dan lontaran lava pijar keluar kawah hingga jarak 2 ribu meter.
“Letusan seperti ini jangkauannya tidak jauh, karena tekanan gasnya kecil dengan jenis magma yang encer,” ujar dia.
Alat pemantau milik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang berjarak 1,5 kilometer dari kawah masih berfungsi dengan baik.
Menurut Kasbani, lontaran magma juga hanya mengenai wilayah dalam radius yang direkomendasikan PVMBG, yakni 4 Km dari kawah Gunung Agung.
“Di luar jangkauan itu masih aman. Masyarakat agar mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan PVMBG agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tambah Kasbani.
Menurut Kasbani, berdasarkan data-data yang ada, baik data-data instrumen maupun visual belum menunjukkan indikasi akan terjadi erupsi besar. Kawah yang terbentuk itu baru sepertiga, atau kurang dari separuh volume kawah yang ada.
“Jadi dari tekanan yang ada belum kelihatan akan terjadi erupsi besar dari tekanan magmanya saat ini," tegas Kasbani.
Status Gunung Agung saat ini masih berada pada status Level III (Siaga). Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas apa pun di Zona Perkiraan Bahaya, yaitu di seluruh area di dalam radius 4 Km dari Kawah Puncak Gunung Agung.
Namun, tambah dia, harus tetap menjaga kewaspadaan di luar area tersebut aktivitas dapat berjalan normal dan masih tetap aman,