Adem Şalvarcıoğlu
13 Desember 2017•Update: 14 Desember 2017
Adem Şalvarcıoğlu
KUALA LUMPUR
Persatuan Ulama & Guru-Guru Agama Islam Singapura (PERGAS) mengutuk keputusan AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
"Keputusan tersebut merupakan langkah yang dapat memperburuk situasi di kawasan Timur Tengah. Kami mengutuk langkah AS yang membuat Israel semakin meningkatkan tekanannya atas Palestina dan melanggar resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB),” kata PERGAS dalam sebuah pernyataan tertulis.
PERGAS menggarisbawahi bahwa keputusan AS tentang Yerusalem mengecewakan seluruh umat Islam serta perdamaian di wilayah tersebut hanya dapat diwujudkan dengan sikap saling mengerti.
Sebelumnya, meski bertentangan dengan resolusi DK PBB, Trump mengatakan, "sudah waktunya untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel".
Trump juga menyatakan telah meminta Departemen Luar Negeri AS untuk memulai persiapan pemindahan Kedutaan Besar dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Keputusan tersebut mendapat reaksi keras dari dunia. Dewan Keamanan PBB, Liga Arab, dan OKI memutuskan untuk mengadakan pertemuan luar biasa.