08 September 2017•Update: 08 September 2017
Hayati Nupus
JAKARTA
Indonesia dan Singapura sepakat bekerja sama dalam pengelolaan resiko bencana.
Nota kesepahaman kerja sama itu diteken oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei dan Komisioner Pasukan Pertahanan Sipil Singapura Erric Yap, dengan disaksikan langsung Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Singapura, Kamis, di The Istana Singapura.
“Kedua negara memiliki pusat pelatihan dan kurikulum penanggulangan bencana yang dapat dijadikan referensi pusat pelatihan profesi penanggulangan bencana negara lain,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, kepada Anadolu Agency, Jumat.
Selain dengan Singapura, kerja sama soal penanganan resiko bencana juga telah dilakukan BNPB dengan Amerika Serikat.
Selain kebencanaan, kedua negara juga bersepakat soal pendidikan. Terutama soal pendidikan vokasional, pendidikan dasar, dan riset pendidikan tinggi.
Oleh karena itu nota kesepahaman serupa diteken oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dengan Menteri Pendidikan Singapura Ong Ye Kung, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan M Nasir dengan Menteri Pendidikan Tinggi Singapura Ong Ye Kung dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dengan Menteri Pendidikan Dasar Singapura Ng Cee Meng.