Astudestra Ajengrastrı
17 Oktober 2018•Update: 18 Oktober 2018
Fuat Kabakci
BEIJING
Sebuah harian China mengkritik Amerika Serikat atas "standar ganda" yang mereka terapkan dalam kasus jurnalis Saudi Jamal Khashoggi, yang menghilang setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul di awal bulan ini.
Dalam sebuah editorial berjudul "Kasus Khashoggi menguji sikap Washington terhadap hak asasi manusia", Global Times berkata Presiden AS Donald Trump menjanjikan hukuman bila Riyadh terbukti terlibat dalam pembunuhan Khashoggi, namun Trump tak menghentikan penjualan senjata ke Arab Saudi.
"Krisis ini menunjukkan bagaimana isu-isu HAM ditempatkan di arena diplomatik. Membunuh seorang jurnalis karena alasan-alasan politik menyentuh batas bawah hak-hak individu dan menimbulkan reaksi keras di luar batas-batas negara," tulis harian itu.
"Harga yang harus mereka [Arab Saudi] bayar bergantung pada apakah pemerintah Trump akan membiarkan Saudi lolos untuk kepentingan komersial dan kalkulasi geopolitik mereka," lanjut editorial itu.
Khashoggi telah lama dikhawatirkan dibunuh di Konsulat Saudi di Istanbul setelah dia memasuki gedung tersebut pada 2 Oktober dan tak pernah keluar.
Di hari yang sama, 15 warga Saudi, termasuk beberapa pejabat negara, tiba di Istanbul dan mengunjungi gedung diplomasi sementara Khashoggi masih berada di dalamnya, ujar sumber-sumber kepolisian Turki. Semua individu tersebut dinyatakan telah meninggalkan Turki.
Otoritas Saudi belum memberikan penjelasan soal nasib Khashoggi, sementara beberapa negara -- terutama Turki, AS dan Inggris -- mendesak kasus ini diselesaikan sesegera mungkin.
Harian tersebut lantas membandingkan pendekatan Barat kepada jurnalis Saudi yang menghilang tersebut dengan kasus peracunan mantan agen Rusia Sergei Skripal di Inggris pada Maret.
Global Times mengatakan bahwa negara-negara Barat -- dipimpin oleh Inggris -- mengambil tindakan langsung kepada Rusia dengan menendang diplomat-diplomat Rusia setelah Skripal diracun di Kota Salisbury pada awal 2018, namun hanya ada sedikit reaksi sama dari Barat terhadap Arab Saudi soal hilangnya Khashoggi.
"Sekarang opini publik dari Barat lebih marah kepada Arab Saudi. Boikot spontan langsung dilakukan. Namun secara kontras, hanya ada sedikit aksi menentang dari pemerintahan Barat dan belum ada negara yang menjadi pemimpin untuk menghukum Arab Saudi," lanjut koran itu.
Sergei Skripal dan putrinya dilarikan ke rumah sakit setelah ditemukan tak sadarkan diri pada 4 Maret di Kota Salisbury, Inggris. Mereka kini sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit.
Petugas polisi Bailey, yang merupakan salah satu petugas respons pertama, juga menerima perawatan karena terkena racun.
Sergei Skripal diberi suaka di Inggris dalam program pertukaran mata-mata antara AS dan Rusia pada 2010. Sebelum pertukaran itu, dia dipenjara selama 13 tahun karena membocorkan informasi negara kepada intelijen Inggris.
Pemerintah Inggris mengklaim bahwa dalam kasus yang menghebohkan ini, dua agen dari badan intelijen Rusia yang diketahui bernama Ruslan Boshirov dan Alexander Petrov menggunakan agen saraf terlarang bernama novichok yang menargetkan mantan mata-mata Rusia dan putrinya.