Erric Permana
09 November 2017•Update: 10 November 2017
Erric Permana
JAKARTA
Presiden RI Joko Widodo dan Presiden Korea Selatan Moon Jae -in mengaku membahas mengenai isu di Semenanjung Korea dalam pertemuan bilateral, Kamis.
Presiden Joko Widodo menegaskan mengenai posisi Indonesia dalam pertemuan itu.
Menurut Presiden, Indonesia mendesak Korea Utara untuk menghentikan uji coba rudal balistik yang selama ini dilakukan dan tidak menggunakan senjata nuklir.
“Mendesak agar Korea Utara mematuhi semua Resolusi Dewan Keamanan PBB terkait denuklirisasi Semenanjung Korea,” ujar Presiden Joko Widodo saat pernyataan pers bersama dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae –in di Istana Bogor.
Presiden Joko Widodo juga mendukung Korea Selatan untuk menyelesaikan permasalahan Semenanjung Korea dengan cara damai dan dialog dengan Korea Utara.
“Saya menghargai posisi Presiden Moon yang masih membuka kemungkinan penyelesaian melalui dialog,” tambahnya
Sementara itu Presiden Korea Selatan Moon Jae -in berterima kasih atas dukungan Indonesia untuk menyelesaikan permasalahan Korea Selatan dan Korea Utara dengan cara damai. Diharapkan perdamaian di Semenanjung Korea akan berlangsung permanen.
“Dan mengundang Korea Utara ke panggung dialog denuklirisasi,” kata dia.
Kedua kepala negara juga membahas kerjasama di bidang lain, misalnya kerja sama di bidang pertahanan. Presiden Korea Selatan menyatakan telah bersepakat dengan Indonesia untuk memperdalam kerja sama kembali agar pembangunan pesawat jet tempur Indonesia - Korsel KFX/IFX bisa berjalan lancar.
“Termasuk kelancaran pembangunan bersama jet tempur generasi mendatang,” kata Moon.
Dalam pertemuan bilateral tersebut juga kedua negara sepakat menandatangani kerjasama di 3 bidang, yakni industri, transportasi dan kesehatan.