Erric Permana
13 Oktober 2017•Update: 14 Oktober 2017
Erric Jakarta
JAKARTA
Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan menerima kedatangan Emir Qatar Sheik Tamim bin Hamad Al Thani 18 Oktober mendatang.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Armantha Nasir mengatakan kedua kepala negara tersebut akan membahas isu tentang timur tengah, termasuk konflik Qatar di Istana Bogor.
Indonesia sudah menyatakan diri siap membantu menjadi penengah antara Qatar dengan negara kawasan timur tengah yang saat ini sedang bersitegang.
"Tentunya kita selalu siap untuk membantu," tambah Armantha Nasir yang akrab disapa Tata itu, di Jakarta Jumat.
Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri Sunarko mengatakan pertemuan antara Presiden RI Joko Widodo dan Emir Qatar juga akan membahas kerja sama antar kedua negara.
"Kerja sama bidang ekonomi, transportasi udara, dan kebudayaan," ujar Sunarko kepada wartawan.
Menurut informasi yang diterima Anadolu Agency, Emir Qatar akan membawa 43 pengusaha untuk menjajaki kerja sama dengan 150 pengusaha Indonesia. Nantinya akan ada forum bisnis yang diselenggarakan di Jakarta.
Kunjungan Emir Qatar Sheik Tamim bin Hamad Al Thani merupakan kunjungan balasan, setelah sebelumnya Presiden Joko Widodo pernah berkunjung ke Qatar pada 2016 lalu.
Hubungan Indonesia dan Qatar hingga saat jni cukup baik. Nilai perdagangan antar kedua negara pada 2016 lalu mencapai 900 juta USD pada 2016. Jumlah warga negara Indonesia (WNI) di sana tercatat ada sekitar 30 ribu orang dan merupakan pekerja profesional.