Hayati Nupus
26 Desember 2018•Update: 27 Desember 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia menyelamatkan 18 ekor penyu yang terdampar di Pantai Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, akibat tsunami yang melanda Selat Sunda.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat KLHK Djati Witjaksono Hadi mengatakan 16 ekor penyu tersebut ditemukan oleh tim gabungan dari Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat dan masyarakat pada Senin, sedang dua ekor lainnya ditemukan Selasa.
“Seluruh penyu itu kemudian dilepasliarkan ke perairan Tanjung Lesung,” ujar Djati, Rabu, dalam keterangan pers.
Djati mengatakan bahwa saat ini tim gabungan masih menyisir kawasan untuk mencari satwa yang masih terdampar akibat tsunami.
Gelombang tsunami mengguncang Selat Sunda pada Sabtu malam. Lima kabupaten terdampak, yaitu Serang, Pandeglang, Lampung Selatan, Pesawaran dan Tanggamus.
Catatan Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB), hingga Selasa pukul 13.00 WIB, korban tewas akibat tsunami mencapai 429 orang. Selain itu juga terdapat 1.485 orang terluka, 154 orang hilang dan 16.802 orang mengungsi.
Tsunami itu, kata Djati, juga menewaskan dua orang pegawai Balai TNUK, yaitu Rubani dan Sandi, yang tengah bertugas di Resort Citelang.
Sedang seluruh pegawai yang tengah bertugas di Pulau Panaitan, lanjut Djati, selamat dan telah dievakuasi.
Tsunami, ujar Djati, juga merusak fasilitas milik TNUK, di antaranya kantor resort Citelang, dermaga Pulau Handeuleum, dermaga Tamanjaya, dan bangunan shelter di Cigenter.