Maria Elisa Hospita
06 November 2018•Update: 07 November 2018
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Inggris dan Kanada mengatakan bahwa penjelasan mengenai apa yang terjadi dengan jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, masih menjadi "kebutuhan mendesak".
Dalam sebuah panggilan telepon, Perdana Menteri Inggris Theresa May dan PM Kanada Justin Trudeau mendiskusikan pembunuhan Khashoggi.
Khashoggi, seorang kolumnis Washington Post, menghilang sejak 2 Oktober setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul.
Menurut kantor Kejaksaan Istanbul, begitu memasuki gedung konsulat, dia dicekik, kemudian disiksa, dan akhirnya jasadnya dipotong-potong.
Lewat sebuah pernyataan, pemerintah Inggris mengatakan May dan Trudeau juga sepakat bahwa masyarakat internasional harus terus mendesak "penyelidikan menyeluruh, kredibel, dan transparan dari Kerajaan Arab Saudi".
Setelah selama berminggu-minggu berusaha menyangkal mengetahui keberadaan Khashoggi, para pejabat Arab Saudi akhirnya mengungkapkan Khashoggi tewas dalam "perkelahian" di konsulat.
Selama diskusi itu, May dan Trudeau juga membahas konflik Yaman dan sepakat untuk meringankan situasi kemanusiaan dan mencapai solusi politik.
"Kami mendukung seruan AS untuk de-eskalasi di Yaman dan hal itu harus didukung oleh kesepakatan politik antara pihak-pihak yang bertikai," tegas May.
Inggris, Prancis, Jerman, dan negara-negara lainnya telah mengutuk pembunuhan Khashoggi.