26 Agustus 2017•Update: 27 Agustus 2017
Alex Jensen
SEOUL
Korea Utara melepaskan "beberapa proyektil tak dikenal" ke perairan timur semenanjung Sabtu pagi, demikian laporan dari Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS).
Dengan risiko mengobarkan hubungan yang sudah tegang dengan Amerika Serikat (AS) dan negara tetangga, Korea Utara meluncurkan rudal tersebut dari Provinsi Gangwon sekitar pukul 06:49 (21.49 GMT) waktu setempat, kata JCS dalam sebuah pernyataan yang dibawa oleh kantor berita setempat, Yonhap.
Seperti biasa, kantor kepresidenan Seoul mengadakan rapat Dewan Keamanan Nasional untuk menanggapi aksi Korea Utara tersebut.
Komando Pasifik AS menilai bahwa ada "tiga rudal balistik jarak pendek diluncurkan," yang gagal dalam penerbangan atau meledak.
Pyongyang dilarang untuk menguji rudal balistik, dan baru-baru ini terkena sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa setelah meluncurkan sepasang ICBM (rudal balistik antar benua) bulan Juli lalu.
Peluncuran rudal Sabtu itu, menandai provokasi pertama Korea Utara sejak negara itu mengancam akan memberikan respon "tanpa ampun" terhadap latihan militer yang sedang berlangsung yang melibatkan tentara Korea Selatan dan Amerika.
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, mengatakan awal bulan ini bahwa dia tetap memantau AS setelah menunda rencana untuk menembakkan rudal ke pasukan Amerika yang berada di Guam.