Erric Permana
12 Februari 2018•Update: 13 Februari 2018
Erric Permana
JAKARTA
Menteri Agama Lukman Hakim Syarifuddin meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan keamanan menyusul adanya kekerasan terhadap pemuka agama dan rumah ibadah di sejumlah daerah.
Menurut dia peningkatan keamanan tersebut bisa dilakukan dengan menambah jumlah petugas yang mengamankan rumah ibadah.
"Cara ikhtiar kita dalam rangka tadi itu dalam meningkatkan kewaspadaan, keamanan kita bersama, pemasangan CCTV apa menambah penjaga satpam, dan sebagainya itu," ujar Lukman Hakim di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Senin.
Dia mengatakan tindakan kekerasan itu tidak dibenarkan oleh agama apapun. Dia pun meminta aparat keamanan untuk mengungkap motif kekerasan tersebut.
"Tentu tdak cukup [penegak hukum] sebatas memberikan informasi [motif] ini dilakukan oleh orang hilang ingatan atau tidak waras, atau gila dan seterusnya," tambah dia.
Dengan adanya motif yang jelas tersebut maka umat beragama lainnya tidak terpicu dan menduga adanya rekayasa dalam kasus kekerasan tersebut.
Dia pun meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi dan dirinya meminta agar masyarakat memnyerahkan sepenuhnya kepada aparat oenegak hukum.
"Sehingga tidak perlu main hakim sendiri, terprovokasi untuk melakukan tindakan balasan terhadap tindak kekerasan yang terjadi," tambah dia.
Sebelumnya, pimpinan Pesantren Alhidayah KH Umar Bisri bin Sukrowi di Cicalengka, Bandung mengalami tindak kekerasan.Setelah itu, peristiwa serupa terjadi terhadap seorang biksu di Kabupatan Serang dan seorang pendeta di Sleman, Jawa Tengah.