Roy Ramos
ZAMBOANGA CITY, Filipina
Militer Filipina sedang memburu seorang teroris asal Malaysia serta 30 militan lainnya, setelah sukses menewaskan dua petinggi kelompok teroris di Marawi pada Senin.
"Masih terdapat seorang lagi bernama Dr. Mahmud (Bin Ahmad) dari Malaysia, dan dia masih di zona perang dengan beberapa warga Indonesia dan Malaysia," kata kepala militer Jenderal Eduardo Año kepada media setempat.
Jasad pemimpin kelompok teroris Abu Sayyaf dan Maute - Isnilol Hapilon dan Omar Khayyam Maute, yang tewas dalam baku tembak sengit - ditemukan bersama dengan tujuh jasad lainnya yang diperkirakan merupakan militan.
Ahmad adalah teroris yang palin dicari di Malaysia dan diperkirakan menjadi pemimpin tinggi Daesh di Asia Tenggara. Mantan dosen universitas itu dilaporkan mengirimkan dana USD585.000 dari Daesh untuk membeli senjata, makanan dan perlengkapan lainnya untuk militan di Marawi. Dia juga diperkirakan membuka jalur masuk bagi militan asing yang ingin bertempur di Marawi.
Pihak berwenang membantah kepemimpinan warga Malaysia itu dalam mengepalai militan Filipina sementara laporan bahwa dia menjadi petinggi kelompok-kelompok teror setempat mulai muncul.
"Mahmud hanya berkuasa karena dia memegang akses finansial bagi kelompok-kelompok teror. Sejauh ini diperkirakan dia tidak bisa memimpin kelompok teror disini yang memilih warga lokal. Oleh karena itu mereka memilih Hapilon, yang hanyalah orang biasa," kata Año.
Ahmad merupakan satu dari delapan warga asing yang masih melawan militer Filipina di hari ke-148 krisis Marawi, jelas Año.
"Kami akan meringkus mereka," tambah dia. Militan yang tersisa dilaporkan kehilangan "sususan bertempur" setelah pemimpin mereka tewas.
Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana sebelumnya mengatakan dia yakin pertempuran Marawi akan berakhir pekan ini, namun menjelaskan situasi darurat militer masih diterapkan hingga Presiden Rodrigo Duterte memutuskan sebaliknya.
Pertempuran Marawi mulai pada 23 Mei lalu setelah kelompok-kelompok teroris mengepung kota itu dan mengibarkan bendera-bendera hitam Daesh dalam upaya mendirikan kekhalifahan Asia Tenggara.
news_share_descriptionsubscription_contact

