Muhammad Nazarudin Latief
13 Juni 2018•Update: 14 Juni 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan hari raya Idul Ftri akan jatuh pada Jumat.
Ketua Umum PP Muhamadiyah Haedar Nashir dalam pernyataan persnya mengatakan tanggal tersebut didapat berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.
Menurut pernyataan tersebut, ijtimak jelang Syawal 1439 H terjadi pada Kamis 14 Juni, pukul 02:45:53 WIB. Berdasarkan tinggi bulan pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta, dinyatakan bahwa hilal sudah wujud. Hal tersebut berarti 1 Syawal 1439 H jatuh pada hari Jumat Legi, 15 Juni 2018.
“Umat Islam hendaknya membayar zakat fitrah, memperbanyak membaca takbir, dan menunaikan salat Idul Fitri,” ujar dia, Selasa.
Dia menyampaikan himbauan pada para khatib dan mubalig untuk menyampaikan khotbah dan ceramah berisi ajakan melanjutkan amal saleh selama Ramadan dan meningkatkan soliditas dan solidaritas sosial.
“Sampaikan pesan-pesan keislaman yang menyebarkan kedamaian, persaudaraan, kemajuan, dan mencerahkan,” ujar dia.
Sementara itu, pemerintah akan menyelenggarakan sidang Isbat untuk menentukan Hari Raya Idul Fitri 1439 H, Kamis.
Direktur Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama Muhammadiyah Amin mengatakan pemerintah mengirimkan petugas rukyatul hilal untuk melakukan pemantauan hilal di 97 titik yang telah ditetapkan.
"Sidang diawali dengan paparan Tim Badan Hisab dan Rukyat Kementerian Agama tentang posisi hilal secara astronomis menjelang awal Syawal 1439 H," ujar dia.
Proses sidang Isbat, menurut Amin, dijadwalkan berlangsung selepas salat Magrib, setelah menerima laporan hasil rukyatul hilal dari lokasi pemantauan.
“Sidang berlangsung tertutup. Namun keputusannya segera disampaikan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin seusai sidang," ujar dia.