Muhammad Nazarudin Latief
13 Juni 2018•Update: 14 Juni 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Gunung Agung, di Provinsi Bali kembali meletus Rabu pukul 11.05 WITA dengan menyemburkan abu vulkanik setinggi 2 ribu meter di atas kawah dan mengarah ke barat daya.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suto Purwo Nugroho mengatakan, letusan tersebut tidak membahayakan warga Bali.
Menurut Sutopo, erupsi juga tidak berpengaruh pada penerbangan pesawat, namun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tetap memberikan kode VONA oranye, yang berarti kawasan di sekitar gunung tersebut berbahaya bagi penerbangan.
“Aktivitas bandara Ngurah Rai aman dan normal. Hujan abu hanya di sekitar Gunung Agung. Bali aman dan siap menyambut liburan Lebaran,” ujar dia pada Anadolu Agency, Rabu.
Saat ini Gunung berada pada status level III (Siaga). Rekomendasinya, masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas di zona perkiraan bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 kilometer dari kawah.
“Zona bahaya sifatnya dinamis dapat diubah sewaktu-waktu,” ujar dia.
Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung juga diminta mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan.