22 Oktober 2017•Update: 22 Oktober 2017
Erric Permana
JAKARTA
TNI menyatakan penolakan kedatangan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo oleh Amerika Serikat merupakan kali pertama terjadi.
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Wuryanto mengatakan Panglima TNI telah beberapa kali mengunjungi Amerika Serikat. Salah satunya pada Februari 2016 lalu dan tidak bermasalah.
"Februari 2016 lalu atas undangan Panglima Amerika juga," ujar Wuryanto saat menggelar konferensi pers di Kantor Panglima TNI, Jakarta.
TNI, ujar Wuryanto, sampai saat ini masih menunggu penjelasan dan surat balasan dari Amerika Serikat. Sebab, kepengurusan visa dan administrasi Panglima TNI tidak bermasalah.
"Yah panglima sempat kecewa lah. Sedang menunggu penjelasan," kata Wuryanto.
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke Amerika Serikat untuk memenuhi undangan Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat Jenderal Joseph F Durford, Jr dalam acara Chief of Defence Conference on Country Violence Extrmist Organization (VIOs) yang akan dihadiri oleh 78 Panglima angkatan bersenjata di negara Asia Pasifik.
Panglima beserta istri dan delegasi telah mengurus visa dan administrasi lainnya dan rencana akan berangkat pada 21 Oktober 2017 pada pukul 17.50 WIB dengan menggunakan maskapai penerbangan Emirates.
Namun, saat sedang proses check in pihak maskapai menyatakan Panglima TNI beserta istri dan delegasi tidak bisa memasuki Amerika Serikat oleh US Custom and Border Protection.