Hayati Nupus
29 Agustus 2018•Update: 29 Agustus 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Pemerintah mengerahkan lima helikopter untuk memadamkan api yang membakar hutan dan lahan di Kalimantan Tengah.
Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Raffles B Panjaitan, mengatakan helikopter pengebom air dari udara itu adalah Heli Bell 412 PKTWV, Heli Mi 8MTV UPM1815, Heli Mi 8MTV UPMi862, Heli RA 31034 Kamov 32C, dan Heli RA 31009 Kamov 32T.
“Helikopter itu ditempatkan di Bandara Iskandar Pangkalan Bun dan Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya,” ujar Raffles pada Rabu, seperti dalam keterangan resminya.
Raffles mengatakan pemadaman darat terus dilakukan, oleh Manggala Agni Daops Pangkalan Bun bersama TNI, Polri, BPBD dan Dinas Sosial setempat. Berikut patroli yang digelar bersama Masyarakat Peduli Api di sejumlah titik.
Pemadaman itu dilakukan di dua lokasi, yaitu di Desa Sungai Tendang, Kumai, dan Keluarahan Mendawai, Arut Selatan, Kotawaringin Barat.
Selain itu, kata Raffles, Taruga Siaga Bencana (Tagana) setempat juga telah menyediakan mobil dapur umum untuk menyediakan makanan bagi petugas pemadam kebakaran.
Raffles juga mengatakan warga Kalimantan Tengah perlu mewaspadai ancaman meluasnya titik panas kebakaran hutan dan lahan.
Muasalnya, kata Raffles, seperti informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) El Nino akan mencapai puncaknya September 2018 mendatang.
“Diperkirakan seluruh wilayah Kalimantan Tengah sudah memasuki musim kemarau, dan situasi ini akan berakhir pada pekan ketiga Oktober,” ujar Raffles.
Oleh karena itu, kata Raffles, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memperpanjang status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan hingga 17 November 2018 mendatang.