Shenny Fierdha
30 Oktober 2017•Update: 31 Oktober 2017
Shenny Fierdha
JAKARTA
Polisi mengatakan, Senin, baru berhasil mengidentifikasi sembilan jenazah dari 47 korban musibah terbakarnya pabrik mercon PT Panca Buana Cahaya Sukses, di Kosambi, Tangerang Jakarta Barat pekan lalu. Proses identifikasi berjalan lambat karena kondisi jenazah sudah sangat rusak.
“Korban meninggal mengalami 100 persen luka bakar," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta.
Berdasarkan informasi awal yang dikumpulkan polisi, Direktur Operasional pabrik Andri Hartanto meminta seorang tukang las bernama Subarna Ega untuk mengelas bagian atas ruangan pabrik yang digunakan untuk menyimpan bahan-bahan pembuatan kembang api.
Bunga api yang memercik dari alat las diduga menyambar bahan baku kembang api sehingga menyebabkan kebakaran yang menewaskan puluhan orang tersebut.
"Kebakaran terjadi di tempat penjemuran kembang api," kata Argo sambil menambahkan bahwa pihak polisi akan fokus dalam menyelidiki kasus kebakaran tersebut.
Sejauh ini Polda Metro Jaya telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka yakni pemilik pabrik Indra Liyono, Andri, dan Subarna.
Ketiganya dijerat Pasal 188 dan Pasal 359 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang kesalahan yang menyebabkan kebakaran dan kelalaian yang menimbulkan korban jiwa dengan ancaman hukuman pidana maksimal lima tahun.
Sementara itu korban tewas kebakaran pabrik kembang api bertambah menjadi 49 orang setelah dua korban selamat yang sempat mendapat perawatan intensif meninggal dunia.
"Dua yang meninggal bernama Nurhayati dan Atin," kata Argo.
Atin Puspita (32) meninggal pada Minggu sementara Nurhayati (20) meninggal pada Sabtu setelah sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang (Banten).
Di samping itu, Argo mengatakan bahwa korban selamat yang sampai saat ini masih dirawat di rumah sakit tercatat sebanyak 12 orang.