İqbal Musyaffa
26 Juni 2018•Update: 28 Juni 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Pemerintah memperluas penerapan sistem ganjil genap selama penyelenggaraan Asian Games 2018 untuk mendukung kelancaran transportasi selama ajang multievent tersebut berlangsung di Jakarta.
Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Bambang Prihartono dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, mengatakan berdasarkan hasil kajian yang dilakukan pihaknya, maka perluasan kebijakan ganjil dan genap di jalan arteri DKI Jakarta yang diusulkan Dinas Perhubungan DKI Jakarta harus dilengkapi dengan kebijakan pendukung untuk menjamin kelancaran transportasi Asian Games.
“Karena Asian Games sangat penting, maka kami ikut bertanggung jawab pada kelancaran transportasi selama penyelenggaraan event tersebut,” ungkap Bambang.
Kebijakan ganjil genap dari sebelumnya di jalan M.H Thamrin, Sudirman, dan Gatot Soebroto, sebut dia, akan diperluas hingga jalan Benyamin Sueb, Ahmad Yani, DI Panjaitan, S. Parman, Rasuna Said, MT Haryono, dan Metro Pondok Indah.
“Kebijakan ganjil genap ini diperuntukkan bagi kendaraan pribadi dan berlaku setiap Senin sampai Minggu jam 06.00 hingga 21.00 WIB,” jelas dia.
Perluasan sistem ganjil genap juga berlaku di pintu tol yang saat ini sudah menerapkan kebijakan tersebut, yaitu pintu tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur, pintu tol Tambun, serta yang semula hanya di pintu tol Cibubur ditambah dengan pintu tol Dawuan.
Selanjutnya, untuk pengaturan kendaraan pribadi juga akan diberlakukan kebijakan buka tutup gerbang tol prioritas. Penutupan pintu tol ini akan dilakukan di gerbang tol terpadat yang mengalami kecepatan kurang dari 40 km/jam serta antrian kendaraan panjang lebih dari 200 meter dengan jarak antar gerbang tol berdekatan.
“Penutupan pintu tol prioritas akan diterapkan bervariasi dari pukul 06.00 hingga 17.00 WIB dan pukul 12.00 hingga 21 WIB setiap harinya,” tambah Bambang.
Penutupan pintu tol akan diprioritaskan untuk rute Wisma Atlet Kemayoran, Gelora Bung Karno, serta Velodrome Rawamangun dan Cibubur.
Selain itu, menurut Bambang, pemerintah juga akan menyediakan lajur khusus di jalan tol yang diperuntukkan bagi kendaraan pengangkut atlet dan angkutan umum bus. Lebih dari 100 km panjang tol di lajur 1 akan didedikasikan untuk lajur khusus mobilitas Asian Games.
Penerapan lajur khusus angkutan umum ini, tambah Bambang, meliputi ruas tol Dalam Kota sepanjang 21,6 km, ruas tol Pelabuhan sepanjang 25,8 km, ruas tol Wiyoto Wiyono sepanjang 26,2 km, dan ruas tol Jagorawi sepanjang 26,8 km yang akan dilengkapi marka dan rambu jalan.
Kebijakan rekayasa lalu lintas berupa perluasan ganjil genap dan buka tutup pintu tol prioritas ini, kata Bambang, akan mulai dilakukan uji coba pada tanggal 2 Juli hingga selama dua minggu pelaksanaan.