Hayati Nupus
29 November 2017•Update: 29 November 2017
Hayati Nupus
JAKARTA
Airnav Indonesia memperpanjang penutupan sementara Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai hingga Kamis pukul 07.00 WITA.
Perpanjangan penutupan dilakukan karena terdapat sedikitnya tujuh rute domestik dan 10 rute internasional air traffic service (ATS) rute yang terpapar debu vulkanik.
“Area ruang udara masih tertutup debu vulkanik. Sebarannya masih mengarah ke selatan, dengan kecepatan 15 knots ketinggian permukaan hingga penerbangan level 20.000 feet,” ujar Direktur Operasi AirNav Indonesia Wisnu Darjono dalam siaran persnya pada Rabu.
Dua bandara terdekat dengan Bali yang masih dapat beroperasi normal adalah Bandara Banyuwangi yang berjarak 21 nautical miles dari lokasi terdampak debu vulkanik dan Bandara Internasional Lombok Praya yang berjarak 26 nautical miles.
Selain itu, sejak September lalu AirNav Indonesia telah menyiapkan 10 bandara alternatif, yaitu bandara di Jakarta, Makassar, Surabaya, Lombok, Balikpapan, Solo, Ambon, Manado, Kupang, dan Banyuwangi.
“Kami akan terus mengoptimalkan sumber daya manusia, peralatan navigasi penerbangan, dan prosedur yang kami miliki untuk dapat meminimalisir dampaknya terhadap penerbangan di ruang udara Indonesia,” kata Wisnu.