Shenny Fierdha Chumaira
05 Desember 2017•Update: 06 Desember 2017
Shenny Fierdha Chumaira
JAKARTA
Polisi menilai bahwa kabar tewasnya teroris asal Indonesia Bahrun Naim yang viral di media sosial merupakan upaya Bahrun mengelabui aparat penegak hukum.
“Bisa saja ia betul meninggal, bisa juga itu trik supaya tidak dikejar polisi,” kata Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian di Jakarta, Selasa.
Menurut Tito, pengelabuan ini karena krusialnya peran Bahrun sebagai perantara kelompok teroris Daesh yang bercokol di Suriah dengan kelompok teroris lain di Indonesia.
"Kasus bom Thamrin, kasus Falatehan, dan beberapa kasus terorisme lainnya berhubungan langsung dengan Bahrun," kata Tito.
Meski isu kematian Bahrun sudah ramai dikabarkan di media sosial sejak Senin, namun Tito mengatakan bahwa polisi belum dapat memastikan kebenarannya.
Tito menegaskan, polisi masih mencari sumber resmi akurat yang dapat mengkonfirmasi seperti counterpart Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di AS, Rusia, negara Arab, dan Inggris.
Selain itu, jajaran hubungan internasional dan Detasemen Khusus 88 Antiteror pun sampai sekarang belum memberikan konfirmasi kepada Polri.
"Maka itu kita belum bisa pastikan, kecuali ada orang kita yang melihat dengan mata kepala sendiri, baru kita anggap infonya reliable," kata Tito.
Tito mengatakan bahwa polisi masih mencari siapa pelaku penyebaran isu ini. Namun dia enggan menjelaskan secara rinci bagaimana metode yang digunakan polisi untuk melacak pelaku penyebar isu ini.
"Supaya nanti tidak ketahuan pelaku," kata Tito.
M Bahrun Naim Anggih Tamtomo (34) sudah lama masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polri akibat keterkaitannya dengan sejumlah kelompok teroris Indonesia seperti Jemaah Islamiyah dan Mujahidin Indonesia Timur.
Alumnus Universitas Sebelas Maret, Solo, Jawa Tengah, ini pernah dipenjara selama dua tahun karena menyimpan ratusan butir peluru milik anggota Jemaah Islamiyah.
Bahrun juga diduga terlibat dalam rencana aksi bom bunuh diri di istana yang dilakukan jaringan teroris Bekasi.