Shenny Fierdha Chumaira
11 Desember 2017•Update: 11 Desember 2017
Shenny Fierdha Chumaira
DENPASAR, Bali
Bali sudah kembali aman untuk dikunjungi wisatawan meski Gunung Agung masih sering mengalami aktivitas vulkanik, kata Kepolisian Bali kepada wartawan di Denpasar, Senin.
"Dengan memanfaatkan media sosial seperti Instagram Live, kami bisa menunjukkan kepada masyarakat bahwa Bali kini sudah aman untuk didatangi," kata Kepala Kepolisian Resor Karangasem Ajun Komisaris Besar I Wayan Gede Ardana di Denpasar, di Denpasar, Senin.
Abu vulkanik terkadang masih menyebar di udara namun tak menjadi masalah asalkan pengunjung mengenakan masker dan langsung masuk ke rumah.
Sementara masyarakat harus menjauhi kawasan sekitar Gunung Agung, tepatnya di dalam radius 8-10 kilometer dari gunung berapi yang terletak di Kabupaten Karangasem tersebut.
Hal ini dikarenakan polisi tidak ingin tragedi tewasnya lebih dari 200 orang akibat letusan Merapi, Yogyakarta, pada 2010 silam terulang.
"Maka itu warga yang tinggal di desa dalam radius tersebut harus mengungsi," tegas Ardana.
Namun tak mudah mengembalikan kepercayaan publik terutama wisatawan mancanegara yang kerap mendapat travel warning atau peringatan dari negaranya untuk tidak berlibur di Bali mengingat kondisi Gunung Agung yang belum stabil.
"Turis asing tetap ada yang datang tapi kuantitasnya menurun," kata Ardana.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik, pada Oktober 2017 angka kunjungan turis internasional ke Pulau Dewata menurun sebanyak 4,54 persen menjadi 1,16 juta kunjungan saja.
Sejak kembali aktif pada September 2017, Gunung Agung telah berkali-kali erupsi diikuti dengan asap dan abu yang mengakibatkan 70.800 warga Karangasem dari 28 desa mengungsi.