Shenny Fierdha Chumaira
10 Juli 2018•Update: 10 Juli 2018
Shenny Fierdha
JAKARTA
Kepolisian Daerah Bali memeriksa sepuluh orang saksi tambahan pada Selasa terkait kebakaran yang menghanguskan puluhan kapal ikan di Teluk Benoa, Bali.
Sebelumnya pada Senin, Kepolisian Daerah Bali sudah memeriksa 13 orang saksi yang terdiri dari kapten dan anak buah kapal ikan terkait insiden tersebut.
"Mungkin sekarang bertambah sepuluh orang saksi atau lebih [yang diperiksa]. Kami ingin buktikan apakah peristiwa ini terjadi karena kapal memang terbakar atau ada pembakaran," ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Kepolisian Negara Republik Indonesia Brigadir Jenderal M. Iqbal usai gladi resik menyambut HUT Bhayangkara ke-72 di Istora Senayan, Jakarta.
Terkait apakah ada unsur kesengajaan yang berujung pada kebakaran hebat itu, Iqbal tidak dapat berkomentar banyak.
"Sampai saat ini belum ada bukti ke sana [kesengajaan]," jawab Iqbal pendek.
Di samping memeriksa saksi, Kepolisian Daerah Bali pun sedang melanjutkan olah tempat kejadian perkara.
Mabes Polri juga menurunkan beberapa tim laboratorium forensik (labfor) untuk melakukan penyelidikan berdasarkan scientific identification atau identifikasi ilmiah.
Meski kapal ikan yang terbakar terbilang banyak, kepolisian tetap tidak membentuk tim khusus untuk menangani kasus ini.
"Tidak pakai tim khusus. Labfor bisa tahu awal terbakarnya bagaimana, di titik mana, berapa lama terjadinya, dengan menggunakan scientific identification," tutup Iqbal.
Pada Senin dini hari sekitar pukul 02.00 WITA, kebakaran terjadi di Pelabuhan Benoa yang menghanguskan sekitar 40 kapal ikan.
Akibat kebakaran ini, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 125 miliar, mengingat satu buah kapal seharga Rp 3-5 miliar.