Astudestra Ajengrastrı
25 September 2018•Update: 25 September 2018
Betul Yuruk
NEW YORK
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Senin, di markas organisasi ini di New York.
Pertemuan tertutup ini berlangsung sehari sebelum Erdogan berbicara di hadapan Sidang Majelis Umum sesi ke-73.
PBB berkata Guterres "memuji kerja sama PBB-Turki yang cemerlang, termasuk dukungan Turki menampung lebih dari 3,5 juta pengungsi".
"Sekretaris Jenderal dan Presiden mendiskusikan situasi di Suriah, dengan Sekjen menyambut baik kesepakatan yang dibuat pada 17 September untuk menciptakan zona demiliterisasi di Idlib," kata PBB melalui pernyataan tertulis.
Turki dan Rusia juga menandatangani sebuah nota kesepahaman yang berisi seruan untuk menciptakan "stabilisasi" zona de-eskalasi Idlib, di mana tindakan kekerasan sangat dilarang.
Di bawah pakta tersebut, kelompok-kelompok oposisi di Idlib tetap akan berada di area yang mereka duduki, sementara Rusia dan Turki akan melakukan patroli gabungan di area yang masih bergejolak.
Tema majelis umum tahun ini adalah Membuat Persatuan Bangsa-Bangsa Relevan Bagi Semua Orang: Kepemimpinan Global dan Berbagi Tanggung Jawab untuk Masyarakat yang Damai, Adil dan Berkelanjutan.
Erdogan dijadwalkan berada di New York hingga Rabu.
Sumber-sumber kepresidenan Turki, yang berbicara dalam kondisi anonim karena pembatasan berbicara dengan media, berkata Erdogan dan Guterres sepakat untuk melanjutkan kerja sama antara Turki dengan PBB.
Erdogan dan Guterres juga membahas tindakan-tindakan yang harus dilakukan di zoba de-eskalasi Idlib, menyusul kesepakatan yang dilakukan oleh Ankara dan Moskow di Sochi, Rusia, juga mempertimbangkan proses politik di Suriah.
Beberapa masalah global dan regional juga dibicarakan, menurut sumber tersebut.
Erdogan juga bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di New York.
Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu, Menteri Pertahanan Hulusi Akar, Menteri Kesehatan Fahrettin Koca dan Menteri Teknologi dan Industri Mustafa Varank hadir dalam rapat tersebut.
*Servet Gunerigok dan Michael Hernandez turut melaporkan dari Washington