Rıskı Ramadhan
05 Februari 2018•Update: 05 Februari 2018
Kübra Chohan
ANKARA
Perdana Menteri Turki Binali Yildirim pada Minggu mengatakan bahwa organisasi teroris PYD/PKK telah menembakkan 94 roket sejak Turki meluncurkan Operasi Ranting Zaitun di Afrin, Suriah.
Dalam kunjungannya ke kantor gubernur Kilis, Yildirim mengatakan, sebanyak 60 roket telah menargetkan provinsi Hatay dan 34 lainnya mendarat di provinsi Kilis di Turki, yang keduanya berbatasan dengan Suriah.
"Tujuh warga sipil tewas, 113 orang luka-luka," tambah Yildirim.
Tanpa menyebutkan nama, Yildirim mengkritik sekutu yang seharusnya mendukung, namun malah mencoba mengotori operasi tersebut.
"Ada yang ingin saya katakan kepada mereka yang menyebarkan kampanye fitnah. Anda adalah sekutu kami di NATO dan kita bekerja sama dalam berbagai bidang,” kata Yildirim.
"Jika kerja sama ini akan berlanjut, Anda harus mengabaikan kata-kata ‘penjarah’, dan mengakui perkataan Turki, sebagai sahabat yang dapat dipercaya," tambah Yildirim.
Pada 20 Januari lalu, Turki meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Staf Umum Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah, kata pernyataan tersebut.
Pihak militer juga memastikan bahwa "sangat penting" supaya operasi tidak membahayakan warga sipil.