27 Juli 2017•Update: 31 Juli 2017
Hayati Nupus
JAKARTA
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) harus bisa mengindentifikasi akar persoalan sebelum membuat program deradikalisasi, demikian yang dinyatakan Solahuddin, pengamat terorisme yang juga penulis Buku NI sampai JI: Salafi Jihadisme di Indonesia.
“Program BNPT tak berbasis riset yang benar dan tak mengidentifikasi persoalan sampai akar. Data yang ada pun awut-awutan,” kata Solahuddin yang diwawancara Anadolu Agency Kamis.
Misalnya kesimpulan BNPT soal akar terorisme disebabkan oleh kemiskinan dan hilangnya nasionalisme/patriotism. Bagi Solahudin kesimpulan itu sangatlah keliru.
Faktanya, pelaku teror berasal dari beragam kalangan. Mulai dari kalangan bawah, menengah, hingga atas. “Faktor ekonomi bukan akar masalah. Identifikasi yang salah sering kali menyebabkan program yang dilakukan keliru,” katanya.
Kalau mau lebih substansial, kata Solahuddin, sebaiknya program BNPT berdasarkan hasil riset serius. “Akar persoalan teridentifikasi dengan tepat, akan menghasilkan obat atau solusi yang tepat pula,” ujar Solahuddin.