Rhany Chairunissa Rufinaldo
19 Februari 2019•Update: 19 Februari 2019
Omer Erdem
KHARTOUM, Sudan
Menteri Pemerintah Federal Sudan mengatakan Turki telah memberikan dukungan yang berkelanjutan dalam aspek ekonomi dan diplomasi kepada negaranya dalam menghadapi serangkaian aksi protes.
"Dukungan Turki untuk upaya stabilisasi di Sudan terus berlanjut dalam proses politik saat ini," Hamid Mumtaz mengatakan kepada kantor berita resmi SUNA.
Mengakhiri kunjungan empat harinya di Turki, Mumtaz bertemu dengan Wakil Presiden Turki Fuat Oktay untuk menyampaikan surat dari Presiden Sudan Omer Al-Bashir kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tentang hubungan bilateral antara kedua negara.
Mumtaz, yang mewakili presiden Sudan, mengatakan Erdogan telah menandatangani 22 perjanjian di bidang ekonomi dan diplomatik selama kunjungannya ke Sudan pada 2017.
Sejak pertengahan Desember, Sudan telah diguncang aksi protes massal, di mana para demonstran mengecam kegagalan Presiden Omer al-Bashir dan Partai Kongres Nasional (NCP) dalam mengatasi krisis ekonomi di negara itu.
Para pejabat Sudan mengatakan sekitar 31 orang terbunuh sejak protes dimulai hampir dua bulan lalu, sementara kelompok oposisi memperkirakan jumlahnya mendekati 50 orang.
Sebagai negara berpenduduk 40 juta, Sudan berjuang untuk pulih setelah kehilangan sekitar tiga perempat dari produksi minyaknya, yang merupakan sumber utama mata uang asing, sejak pemisahan Sudan Selatan pada 2011.