20 September 2017•Update: 20 September 2017
Ugur Aslanhan
ANKARA
Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Furnitur Turki Cuneyt Yanikcioglu menjelaskan, sebagai produsen furnitur terbesar ke-12 di dunia, tahun lalu Turki mengekspor furnitur sebesar USD2,5 miliar ke lebih dari 170 negara.
Yanikcioglu juga mengatakan, dalam 20 terakhir nilai ekspor furnitur Turki adalah USD20,9 miliar, sedangkan nilai impor adalah USD10,9 miliar. Sebagian besar kegiatan ekspor ini dilakukan ke negara-negara Timur Tengah.
Karena kondisi di Timur Tengah yang sedang tidak stabil, Yanikcioglu menekankan, industri ini mulai beralih ke pasar yang lebih jauh seperti AS, Tiongkok, India, dan Nigeria. Dia juga menambahkan negara-negara Eropa juga akan dituju.
Tahun lalu, ekspor ke negara-negara seperti Inggris, Belanda, Italia, Romania, Belgia, dan Spanyol meningkat 40 persen. Sedangkan di paruh pertama tahun ini ekspor ke Eropa termasuk ke Italia yang terkenal dengan furniturnya mengalami peningkatan sebanyak 20 persen.
Bersamaan dengan meningkatnya penjualan di dalam negeri, juga terjadi peningkatan dalam penjualan di luar negeri. Yanikcioglu mengatakan, jika di paruh awal tahun ekspor furnitur meningkat 36 persen dengan nilai USD1,5 miliar.
“Hal ini menunjukkan bahwa kita akan dengan mudah mencapai target USD 3 miliar. Pada awal tahun, kami menargetkan kenaikan 20 persen dengan total nilai USD3 miliar dari ekspor kami pada tahun 2016 yang sebesar USD2,5 miliar," ujarnya.
Frekuensi pergantian furnitur yang hanya 2,5 tahun sekali di Eropa memberikan efek positif terhadap nilai penjualan. Keadaan ini juga memaksa produsen furnitur lebih fokus pada desain dan membuat produk yang cocok dengan orang Eropa.