Hayati Nupus
18 Oktober 2019•Update: 21 Oktober 2019
JAKARTA
Badan Keamanan Laut Republik Indonesia menyematkan nama Kapal Negara (KN) Pulau Nipah-321 ke salah satu kapal baru berbahan baja yang akan melengkapi peralatan patroli lembaga tersebut.
Dalam siaran persnya, Bakamla RI mengatakan penyematan nama itu dilakukan oleh Kepala Bakamla RI Laksdya Bakamla A. Taufiq pada Jumat di Galangan PT Citra Shipyard, Batam.
“Pemberian nama itu sesuai dengan wilayah penempatan kapal, yaitu di zona barat Indonesia,” ujar Bakamla RI dalam keterangannya.
Nipah berlokasi di sebelah barat laut Pelabuhan Sekupang sekaligus merupakan pulau terluar Indonesia yang berbatasan dengan Singapura.
Saat ini, kawasan tersebut ditempati prajurit TNI di bawah komando Pangkalan TNI Angkatan Laut Batam.
Selain KN Pulau Nipah-321, pada saat yang sama Bakamla RI juga kejatahan dua kapal baru lainnya, yaitu KN Pulau Marore-322 dan KN Pulau Dana-323.
KN Pulau Marore-322 ditempatkan di zona tengah Indonesia yang berpusat di Manado.
Sebutan itu diambil dari nama Marore, pulau terluar Indonesia yang berlokasi di Laut Sulawesi dan berbatasan dengan Filipina.
Sedang KN Pulau Dana-323 ditugaskan di zona timur, yang berbasis di Ambon.
Dana adalah pulau terluar Indonesia yang terletak di sebelah barat daya Pulau Rote, juga berbatasan dengan Australia.
Dengan panjang 80 meter, lebar 7.90 meter, dan tinggi 14.4 meter, ketiga kapal ini memiliki kecepatan hingga 22 knot, serta dua mesin penggerak.
Ini merupakan kapal patroli yang diproduksi oleh PT Citra Shipyard sejak 3 Oktober 2017.
Ketiga kapal ini hasil produksi anak Indonesia, mulai dari perencanaan desain hingga konstruksi fisik dan instalasi sistem.
Ketiganya juga telah mengantongi uji kelaikan pabrik, dermaga dan laut.
“Dengan keberadaan kapal ini, harapannya dapat meningkatkan kekuatan dan kemampuan berpatroli di laut, sekaligus berkontribusi nyata untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia,” ujar keterangan itu.