Erric Permana
08 Agustus 2019•Update: 09 Agustus 2019
Erric Permana
JAKARTA
Presiden Joko Widodo meminta negara-negara ASEAN untuk berperan menjadi kunci perdamaian dan stabilitas di kawasan.
Dalam sambutannya saat meresmikan Gedung Sekretariat ASEAN di Jakarta, Presiden Joko Widodo mengatakan dia prihatin dengan ASEAN seiring dengan menajamnya rivalitas negara-negara besar, semakin tingginya ketidakpercayaan satu sama lain, melemahnya multilateralisme dan sering dilanggarnya hukum internasional di ASEAN.
Jokowi -sapaan Joko Widodo- berharap setelah ASEAN mengadopsi outlook mengenai Indo-Pasifik, menjadi momentum dalam upaya memperkuat hubungan antar negara anggota.
"Outlook ini merupakan sebuah pegangan dan sikap ASEAN yang menjawab dinamika di kawasan Indo-Pasifik," kata Joko Widodo, pada Kamis.
Jokowi menginginkan agar ASEAN terus berperan dalam menjadi jembatan nilai-nilai dialog dan kerjasama.
"Ke depan tantangan ASEAN untuk 50 tahun tidaklah mudah. Tarik menarik antara kekuatan besar dipastikan akan semakin tajam," jelas dia.
"Sementara di negara kita masing-masing, rakyat akan terus bertanya manfaat ASEAN bagi rakyat ASEAN. Oleh karena itu ASEAN harus mempertahankan reputasinya," tambah dia.
Indonesia kata Jokowi berusaha memfasilitasi ASEAN dalam bekerja secara cepat, solid, dan efektif.
"Dengan pemikiran itulah gedung ASEAN kami bangun. Gedung baru ini menunjukan spirit baru ASEAN, mencerminkan the new ASEAN," pungkas dia.
Indonesia memutuskan untuk membangun Gedung Sekretariat ASEAN yang baru di atas lahan 11.369 meter persegi dengan luas bangunan 49.993 meter persegi.
Gedung tersebut memiliki 2 tower masing-masing setinggi 16 lantai dan dirancang tahan gempa.
Indonesia dikabarkan merogoh kocek sebesar Rp500 miliar untuk membangun gedung itu.