Nicky Aulia Widadio
08 Juni 2020•Update: 09 Juni 2020
JAKARTA
PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mencatat jumlah pengguna KRL meningkat signifikan hingga mencapai 150 ribu orang pada Senin pukul 10.00 WIB.
Vice President Corporate Communication PT KCI Anne Purba mengatakan peningkatan terjadi akibat perkantoran mulai kembali beraktivitas pada hari ini.
Selama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sebelumnya, KCI mencatat hanya sekitar 80 ribu orang yang menggunakan KRL setiap hari.
“Volume pengguna KRL hingga pagi hari ini saja sudah mendekati volume pengguna KRL dalam satu hari di masa PSBB,” kata Anne melalui siaran pers, Senin.
Anne mengatakan KCI hanya melayani 74 penumpang per kereta untuk mengurangi potensi penularan Covid-19 antar-penumpang.
Dengan demikian, operator harus harus membatasi jumlah penumpang yang masuk stasiun dan KRL agar penumpang di stasiun berikutnya dapat terlayani.
Namun antrean penumpang untuk masuk ke stasiun dan peron terjadi akibat perubahan pola pelayanan ini, salah satunya terjadi di Stasiun Bogor pada jam sibuk.
“Dari pantauan di sejumlah stasiun, cukup banyak pula pengguna yang baru kembali menggunakan KRL setelah beberapa bulan beraktivitas dari rumah sehingga belum terbiasa dengan protokol kesehatan yang ada,” jelas Anne.
Anne menuturkan jarak kedatangan kereta untuk jalur padat seperti lintas Bogor telah dimaksimalkan menjadi lima menit.
Selama PSBB transisi, penumpang diwajibkan menggunakan masker dan pelindung wajah.
PT KCI hanya mengizinkan penumpang lanjut usia (di atas 60 tahun) untuk menggunakan KRL pada pukul 10.00-14.00. Selain itu, balita dilarang untuk naik KRL.
KRL merupakan salah satu moda transportasi andalan warga Jabodetabek yang bekerja di Kota Jakarta. Pada 2019 lalu, KRL mengangkut rata-rata hampir 1,2 juta penumpang per hari.