Hayati Nupus
29 November 2017•Update: 30 November 2017
Hayati Nupus
JAKARTA
Pemerintah DKI Jakarta bersiaga menghadapi dampak badai siklon tropis Cempaka dan banjir.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menginstruksikan tiga langkah utama kepada sekitar 50 ribu aparat agar bersiaga pada kedua bencana ini, yaitu siap, tanggap dan galang.
“Tiga kata kunci ini dipegang oleh aparat, sekarang posisi siap posko seluruh DKI,” kata dia setelah mengikuti Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Tentang Siaga Darurat Banjir dan Tanah Longsor pada Rabu di Jakarta
Anies juga mengatakan bahwa pemerintah DKI telah membuat grup khusus di media sosial yang membahas setiap perkembangan bencana yang terjadi di Jakarta. Salah satu pembahasan dalam grup itu adalah dampak badai siklon tropis Cempaka yang mengakibatkan cuaca ekstrem dan hujan deras.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah menyebutkan kalau badai siklon ini akan berada tak jauh dari perairan Indonesia hingga Rabu.
Berdasarkan catatan sejarah, siklus banjir besar di Jakarta terjadi setiap lima tahun. Tahun 2002, 2007 dan awal 2013.
“Kalau operasi di ibukota tergantung volume air hujan, saat ini posisi kita semua siap siaga,” kata dia.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani dalam awal rapat koordinasi menyebutkan lebih dari 1,8 juta penduduk Indonesia terdampak banjir. Selain itu terdapat 45 ribu penduduk terdampak tanah longsor.
“Untuk mengantisipasi agar tidak terkena dampak dan tidak mengalami ancaman, diperlukan kesiapsiagaan,” kata dia.