Pizaro Gozali Idrus
30 Maret 2020•Update: 31 Maret 2020
Baris Seckin
ROMA
Otoritas Italia memperpanjang larangan pertandingan Serie A akibat pandemi virus korona.
"Pertandingan sepak bola [di Italia] tidak akan digelar lagi pada 3 Mei," kata Menteri Olahraga Italia Vincenzo Spadafora kepada harian Italia La Repubblica pada Minggu.
Spadafora menekankan bahwa melanjutkan pertandingan Serie A pada 3 Mei adalah tindakan yang "tidak realistis".
Spadafora menyatakan tim-tim Serie A telah "berbuat kesalahan" dengan tetap bertanding di tengah wabah Covid-19.
Pertandingan Serie A Italia pekan ke-26 - termasuk yang sangat dinanti antara Juventus dan Inter Milan pada 8 Maret di Turin - digelar secara tertutup karena wabah virus korona.
"Mereka seharusnya mengerti situasinya tidak sama," kata Spadafora.
Pada 9 Maret, otoritas Italia memutuskan menunda pertandingan liga Italia hingga awal April karena meluasnya virus.
Pada 18 Maret, Spadafora mengatakan Serie A dapat digelar kembali pada 3 Mei.
Italia mencatat kematian 756 orang akibat virus pada Minggu, sementara jumlah korban naik menjadi 10.779.
Spadafora menambahkan bahwa pemerintah telah mengeluarkan paket ekonomi sebesar USD446 juta atau Rp7,3 triliun untuk membantu federasi olahraga amatir Italia.
Muncul pertama kali muncul di Wuhan, China, virus korona telah menyebar ke setidaknya 177 negara.
Menurut data yang dikumpulkan oleh Johns Hopkins University Amerika Serikat, sejauh ini lebih dari 723.000 kasus dikonfirmasi di seluruh dunia, sementara jumlah kematian melebihi 34.000 dan jumlah pasien yang sembuh mencapai lebih dari 152.000 .
Meskipun jumlah kasus meningkat, sebagian besar dari mereka yang terinfeksi virus menderita gejala ringan dan berhasil sembuh.