Maria Elisa Hospita
02 Juli 2019•Update: 05 Juli 2019
Shuriah Niazi
NEW DELHI, India
Setidaknya 16 orang tewas tertimpa tembok yang roboh setelah hujan lebat mengguyur India pada Selasa pagi.
Menurut otoritas setempat, 13 orang tewas di area Malad, Mumbai.
Dalam insiden terpisah, tiga orang lainnya tewas ketika tembok sekolah roboh dan mengenai dua rumah di Kota Kalyan. Salah satu korban adalah bocah lelaki berusia tiga tahun.
"Kami sangat berduka atas insiden runtuhnya tembok Malad yang telah menyebabkan sejumlah kematian. Doa saya mengiringi keluarga para korban. Semoga korban yang terluka juga bisa segera pulih," ujar Devendra Fadnavis, kepala menteri Maharashtra, via Twitter.
Fadnavis mengumumkan bahwa masing-masing keluarga korban akan menerima 500.000 Rupee (USD7.250) sebagai kompensasi.
Dalam dua hari terakhir, Kota Mumbai telah menyaksikan curah hujan tertinggi dalam satu dekade.
Badan prakiraan cuaca Skymet memperkirakan Mumbai akan menghadapi risiko banjir antara 3-5 Juli.
Pemerintah telah mengumumkan hari libur di Mumbai sebagai langkah pencegahan. Mereka juga mengimbau orang-orang agar tetap tinggal di dalam rumah.
Sejumlah penerbangan juga telah dialihkan karena landasan pacu Bandara Mumbai ditutup sejak Senin malam.