Rhany Chairunissa Rufinaldo
07 Agustus 2019•Update: 08 Agustus 2019
Sena Guler dan Dilara Hamit
ANKARA
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menekankan pentingnya Asia sebagai pusat kekuatan yang muncul.
Berbicara kepada sejumlah duta besar Turki pada jamuan makan malam yang diadakan oleh Dewan Hubungan Ekonomi Asing Turki (DEIK) dan Majelis Eksportir Turki (TIM) di Ibu Kota Ankara pada Selasa, Cavusoglu mengatakan kekuatan ekonomi bergeser dari Barat ke Timur.
"Kami melihat bahwa kekuatan ekonomi sedang bergerak dari Barat ke Timur dan Asia telah mulai muncul sebagai pusat kekuatan," kata Cavusoglu.
Dia juga mengatakan bahwa Kementerian Luar Negeri Turki telah meluncurkan inisiatif baru yang disebut "Asia Anew" yang akan bertujuan untuk meningkatkan hubungan dengan negara-negara Asia di berbagai wilayah.
Inisiatif ini akan mencakup kerja sama di bidang pendidikan, industri pertahanan, investasi, perdagangan, teknologi, budaya dan dialog politik.
“Dunia sedang mengalami proses perubahan ... periode transisi yang tidak dapat diprediksi dan dominasi ketidakpastian adalah aspek yang paling menantang dari proses tersebut ,” ujar sang menteri.
Cavusoglu mengatakan ketidakpastian membuat sulit untuk menetapkan target, tetapi dia yakin bahwa negara akan mengatasi masalah ini.
Menteri luar negeri menggambarkan perang dagang sebagai perang teknologi yang baru dan mereka yang berinvestasi dalam inovasi dan teknologi akan menjadi pemenangnya.
“Tahun ini, kami memberi arti penting terutama pada diplomasi digital. Kita tahu bahwa ekonomi yang kuat berarti kebijakan luar negeri yang kuat juga,” ungkap dia.
Cavusoglu mencatat bahwa penting untuk mengikuti dan menganalisis ke arah mana kekuatan ekonomi mengarah dan menghasilkan kebijakan yang sesuai.
"Rekan-rekan kami mendapat manfaat dari pertemuan dengan dewan bisnis. Kami telah meningkatkan lebih banyak tahun ini dan yakin bahwa kami bisa mengadakan pertemuan yang lebih produktif tahun depan," tutur dia.
Cavusoglu menekankan bahwa dengan konferensi para duta besar, Turki ingin menyampaikan pesan agar mereka kuat di lapangan dan juga di seberang meja.
"Kita harus kuat di lapangan dan kita harus kuat di atas meja. Jika kita kuat di lapangan, kita dapat mencapai tujuan kita dalam perdagangan, investasi dan hubungan internal. Tetapi kita harus menghemat keuntungan kita, selain mencapai di lapangan, di meja juga," tambah dia.