Muhammad Abdullah Azzam
30 Desember 2017•Update: 31 Desember 2017
Alaattin Doğru
N'DJAMENA, Chad
Chad memberi nama jalan “Istanbul” untuk jalan besar tempat Kedutaan Besar Amerika Serikat di N'Djamena, ibu kota Chad.
Awalnya jalan tersebut bernama "Jalan Negara (State Street)" yang merupakan salah satu jalan tersibuk di Chad karena terdapat Kantor Gubernur dan Kedutaan Besar AS.
Kini, nama jalan tersebut diubah menjadi "Jalan Istanbul" sebagai tanda dari kunjungan Presiden Recep Tayyip Erdogan ke Chad untuk meningkatkan hubungan kedua negara.
Sehubungan dengan bertambahnya hubungan dan perhatian rakyat Chad terhadap Turki, pemerintah Turki dan Chad sepakat menyambungkan kota Istanbul dan N'Djamena dengan program "sister city".
Karenanya otoritas Chad memberi nama Jalan Istanbul sebagai tanda persaudaraan kedua negara.
Duta Besar Turki untuk N'Djamena Erdal Sabri Ergen dan Walikota N'Djamena Maryam Djimet Ebet serta beberapa pejabat ototritas Chad hadir dalam peresmian nama baru jalan tersebut.
Sebelumnya, Presiden Erdogan mengunjungi Chad pada tanggal 26 Desember. Dalam kunjungan tersebut, Erdogan didampingi Kepala Staf Umum Jenderal Hulusi Akar, Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu, dan banyak delegasi otoritas Turki.
Kunjungan Erdogan ke Chad ini merupakan kunjungan pertama kali.
Pada saat mengantar kepulangan Erdogan di N'Djamena International Airport, presiden Chad Idriss Deby menunggu berdiri selama 40 menit dengan tongkatnya hingga pesawat Erdogan tak terlihat.
Sikap penghormatan Presiden Chad tersebut menunjukan ketulusan rakyat Chad dan presiden Deby terhadap Erdogan. Hal ini menjadi isu hangat di media negara tersebut.