Faruk Zorlu
08 Mei 2021•Update: 09 Mei 2021
ANKARA
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada Jumat bertemu dengan Ylva Johansson, komisaris Uni Eropa (UE) untuk urusan dalam negeri, yang sedang melakukan kunjungan kerja ke ibu kota Ankara.
Penting bagi Turki untuk "menjaga agenda positif dengan Uni Eropa," kata Cavusoglu di Twitter.
Turki mengharapkan "langkah konkret dalam masalah migrasi, pembebasan visa dan perang melawan terorisme," tambah dia.
Kunjungan itu dilakukan di tengah meningkatnya komunikasi antara Turki - kandidat anggota Uni Eropa - dan pejabat dari blok tersebut.
Otoritas Turki mengatakan mereka mengharapkan langkah-langkah dari Uni Eropa tentang pembebasan visa, seperti yang dijanjikan dalam kesepakatan migran 2016 dengan Turki tetapi tidak pernah terealisasikan.
Turki juga telah menekan Eropa untuk mengambil sikap berprinsip terhadap Organisasi Teroris Fetullah (FETO), kelompok di balik kudeta 2016 yang dikalahkan di Turki yang menewaskan lebih dari 250 orang. Anggota FETO dituduh masih mencari perlindungan di beberapa negara Eropa.
Cavusoglu juga mendesak Uni Eropa untuk berbuat lebih banyak menentang YPG/PKK.
Dalam lebih dari 35 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan UE - bertanggung jawab atas kematian setidaknya 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi. YPG adalah cabang PKK di Suriah.