ANKARA
Turki ingin lebih mengembangkan hubungan bilateral dengan Uruguay, kata Menteri Luar Negeri Turki.
“Saya sangat senang dengan jarak yang telah kami tempuh dalam hubungan kami dan momentum yang telah kami capai pada tahun lalu,” kata Mevlut Cavusoglu dalam konferensi pers bersama Menlu Uruguay Francisco Bustillo di Montevideo selama akhir pekan kemarin.
“Kami baru saja menandatangani dua perjanjian penting. Kami percaya bahwa kami dapat meningkatkan volume perdagangan bilateral kami lebih banyak lagi.
“Bahkan tanpa perjanjian ini, volume perdagangan bilateral kami meningkat 30 persen meski di tengah pandemi,” kata Cavusoglu.
Setelah penandatanganan perjanjian perdagangan bebas, volume perdagangan bilateral dan kerja sama ekonomi akan mencapai tingkat yang jauh lebih tinggi, sebut menlu Turki.
Cavusoglu melanjutkan, mereka ingin lebih mengembangkan hubungan di berbagai bidang, terutama di bidang pertanian, kesehatan, pendidikan, industri pertahanan, dan pariwisata.
Dia juga mengatakan bahwa Turki menantikan pembukaan kedutaan Uruguay di Ankara.
Sementara itu, Bustillo mengatakan mereka senang menyambut sejawatnya dari Turki di Montevideo.
“Kami baru saja menandatangani perjanjian untuk promosi timbal balik dan perlindungan investasi,” tutur dia, seraya menambahkan bahwa kedua pihak membahas pengembangan hubungan dan peningkatan volume perdagangan.
Cavusoglu buka Kedutaan Besar Turki di Montevideo
Kunjungan resmi Cavusoglu ke Uruguay merupakan kunjungan resmi pertama di tingkat menteri luar negeri. Dia juga meresmikan Kedutaan Besar Turki di Montevideo.
“Amerika Latin adalah geografi pembuka yang strategis bagi kami. Kami telah meningkatkan jumlah kedutaan besar di wilayah tersebut dari enam menjadi 17 dalam 20 tahun terakhir,” tutur dia, seraya menambahkan bahwa jumlah kedutaan negara-negara Amerika Latin di Ankara juga meningkat dari enam menjadi 16 pada periode yang sama.
Dengan pembukaan kedutaan baru, perdagangan timbal balik dan kerja sama di segala bidang akan meningkat, sebut Bustillo, seraya menambahkan bahwa dua menteri bertukar pandangan tentang rencana penerbangan Turkish Airlines ke Montevideo.
Terlepas dari jarak geografi antar negara, menurut Cavusoglu, Turki memiliki kedekatan budaya dengan Uruguay.
“Bukan suatu kebetulan bahwa serial TV Turki sangat populer di Amerika Latin, termasuk di Uruguay,” ungkap Bustillo.
Mengenai upaya Turki untuk perdamaian di kawasannya, dia mengatakan krisis di kawasan sekitar Turki tidak dapat mengalihkan negaranya dari mencapai tujuan globalnya.
“Dengan pemahaman ini, kami mengunjungi Amerika Latin untuk membangun masa depan bersama. Jika kita bekerja sama, kita dapat membawa hubungan kita dengan semua negara Amerika Latin, terutama Uruguay, ke titik yang lebih jauh,” ujar Menlu Turki Cavusoglu.