Muhammad Abdullah Azzam
15 Agustus 2020•Update: 16 Agustus 2020
Sarp Özer
KOCAELI
Turki siap menanggapi semua intervensi terhadap kapal survei energinya di Mediterania Timur dan akan terus melakukan aktivitas energinya di masa depan, kata menteri pertahanan Turki pada Jumat.
"Tidak ada intervensi terhadap kapal kami yang dibiarkan begitu saja. Kami ingin semua orang tahu bahwa kami pantang menyerah dalam masalah ini," kata Hulusi Akar dalam konferensi video dengan komandan tertinggi di Mediterania Timur dan Laut Aegea.
"Kami bertekad untuk melindungi hak dan kepentingan kami di laut kami dan siap melakukan apa yang diperlukan dan kami mampu melakukannya," tambah Akar.
"Republik Turki tidak ingin merebut tanah siapa pun," kata Akar menggarisbawahi bahwa Ankara menghormati integritas teritorial dan politik tetangganya.
"Yunani tidak mengakui hukum internasional di Laut Aegea dan Mediterania, hanya egois, tuntutan sepihak dan pendekatan yang melindungi kepentingannya sendiri dan tidak sesuai dengan fakta.”
“Kami berusaha menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan dengan cara ini tidak sesuai dengan alasan, logika atau hukum apapun dan itu tidak menguntungkan siapapun."
Akar menekankan bahwa perjanjian pembatasan maritim baru-baru ini yang ditandatangani minggu lalu antara Yunani dan Mesir "tidak memiliki dasar hukum" dan kedua negara "merugi".
Dia juga menegaskan bahwa perselisihan internasional harus diselesaikan melalui dialog sebagai "alat paling penting dalam menyelesaikan masalah antara Turki dan Yunani."