Merve Bakar
29 Juni 2022•Update: 30 Juni 2022
ANKARA
Konsultasi politik antara Turki dan Swedia akan diadakan pada 29 Juni di ibu kota Turki, Ankara, demikian kata Kementerian Luar Negeri Turki pada Selasa di tengah upaya negara Nordik itu untuk mendapatkan persetujuan untuk bergabung dengan NATO.
Pembicaraan akan “diketuai bersama oleh Wakil Menteri Luar Negeri dan Direktur Urusan Uni Eropa Turki Faruk Kaymakci, dan Sekretaris Negara Kementerian Luar Negeri Swedia Robert Rydberg,” ungkap sebuah pernyataan dari kemlu Turki.
“Selama konsultasi, hubungan bilateral antara Turki dan Swedia akan dibahas secara luas bersama dengan hubungan Turki-Uni Eropa (UE), dan masalah regional dan internasional saat ini,” imbuh pernyataan itu.
Swedia dan Finlandia secara resmi mendaftarkan diri untuk bergabung dengan NATO bulan lalu, sebuah keputusan yang didorong oleh perang Rusia di Ukraina.
Tetapi Turki, anggota lama aliansi, menyuarakan keberatan atas tawaran keanggotaan tersebut, serta mengkritik negara-negara itu karena menoleransi dan bahkan mendukung kelompok-kelompok teroris.
Sekjen NATO Stoltenberg mengatakan bahwa Turki memiliki "keprihatinan yang sah terkait dengan perjuangan mereka melawan kelompok teroris PKK dan organisasi lain," dan PKK dianggap sebagai organisasi teror oleh NATO, Uni Eropa, serta Finlandia dan Swedia.
Dalam lebih dari 35 tahun kampanye teror melawan Turki, PKK telah bertanggung jawab atas kematian lebih dari 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi.