Muhammad Abdullah Azzam
08 Januari 2021•Update: 08 Januari 2021
Rauf Maltas
SANLIURFA, Turki
Turki sudah mendirikan lima laboratorium tes PCR untuk mendiagnosis infeksi virus korona di utara Suriah, kata otoritas lokal Turki pada Kamis.
Gubernur Sanliurfa, Turki, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa otoritas bantuan untuk Suriah berkoordinasi dengan sebuah LSM yang berbasis di provinsi tenggara Turki untuk mendirikan laboratorium tes Covid-19 di distrik Tal Abyad dan Ras al-Ayn, yang dibebaskan dari YPG/PKK.
Orang-orang yang ingin masuk ke Turki setelah tinggal di Suriah selama lebih dari 15 hari harus dites di pusat-pusat ini dan harus menunjukkan hasil tes mereka di gerbang perbatasan.
Turki pada 9 Oktober 2019 meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian untuk memberantas teroris YPG/PKK dari wilayah Suriah utara di sebelah timur Sungai Eufrat untuk mengamankan perbatasan Turki, membantu pengembalian pengungsi Suriah dengan aman, dan memastikan integritas wilayah Suriah.
Sejak itu, Turki telah mencapai kesepakatan dengan AS dan Rusia untuk memaksa kelompok teroris itu mundur dari zona bebas teror itu.
Namun, YPG/PKK terus melakukan serangan di Tal Abyad dan Ras al-Ayn meski menarik diri dari wilayah berdasarkan kesepakatan yang dicapai oleh Turki dan AS pada Oktober 2019.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian hampir 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi. YPG adalah cabang PKK di Suriah.